Apa Arti Cash On Delivery (COD) dalam Bisnis Online?

A

Apa Arti Cash On Delivery (COD) dalam Bisnis Online? – Semakin beraneka macam saat ini jenis transaksi dalam jual beli barang, terutama dalam jual beli barang secara online. Keuntungan yang bisa didapatkan dalam bisnis online ini sudah jelas dirasakan oleh konsumen sendiri. Kemudahan bertansaksi yang jelas, kecepatan sampai kenyamanan pun dipastikan semua konsumen untuk mendapatkannya. Akan tetapi satu masalah yang sering terjadi dalam hal bisnis jual beli online ini, yaitu keamanan dalam bertransaksi. Bagi penjual barang online, pasti penting sekali untuk mendapatkan kepercayaan dari konsumen.

Bagi pendatang baru dunia perniagaan online, mungkin masih belum mengerti dengan beberapa istilah yang sering muncul ketika akan melakukan suatu transaksi jual beli online. Anda pasti sudah sering melihat tulisan atau mendengar istilah COD dalam toko online, atau dalam sesungguhnya memiliki kepanjangan Cash On Delivery. Dan masih banyak lagi istilah-istilah lainnya yang akan membuat bingung pemula bisnis online.

Untuk kali ini, kita akan membahas tentang COD yang sering disebut dalam dunia jual beli online atau online shop. Apabila anda sudah lama bergelut di dunia bisnis jual beli online, maka istilah ini sudah tidak asing lagi bagi anda. Namun jika anda pendatang baru dunia jual beli online, anda dapat membaca artikel yang berisi tentang apa itu COD dalam jual beli online sampai selesai.

Apa itu COD ?

Pertanyaan yang sering kali didengar adalah:

Apa itu COD? atau apa artinya COD?

Selengkapnya bisa dibaca di Ruangguru.co.id

Tentang istilah COD dalam jual beli online jangan sampai anda keliru mengartikannya. Sebaiknya anda memahami terlebih dahulu pengertian COD dalam online shop.

Mari kita bahas, COD singkatan dari Cash On Delivery yang memiliki pengertian bahwa suatu layanan transaksi jual beli online, dimana pembeli bersedia melakukan pembayaran barang yang dibeli apabila pihak penjual juga bersedia mengantarkan barang ke suatu tempat yang sudah ditentukan sesuai dengan kesepakatan bersama.

Penjual dan pembeli melakukan kesepakatan untuk bertemu dan selanjutnya melakukan transaksi secara langsung. Namun, transaksi langsung ini hanya untuk membayar dan mengantarkan barangnya saja, pembeli tidak bisa memilih barang yang lain untuk dibeli. Hanya ketika pembeli sudah menentukan barang apa yang akan dibeli, lalu barulah mereka menggunakan istilah COD untuk transaksi selanjutnya.

Tidak hanya sekedar bertemu saja, COD ini juga digunakan penjual untuk memberikan pelayanan tambahan kepada pembeli, yang mana penjual bersedia mengantarkan barang dagangannya ke tempat yang sudah ditentukan tanpa adanya ongkos kirim. Nah, jika anda sedang menemukan sebuah lapak online yang memberikan tulisan di lapaknya bahwa bersedia COD, maka anda sebagai pembeli berhak mendapatkan layanan ekstra dari penjual berupa bebas ongkos kirim dalam area tertentu yang sudah ditentukan penjual atau kesepakatan bersama.

Namun terkadang ada juga kesalahan di pihak Penjual, jika anda menemukan lapak yang menuliskan COD tetapi Penjual tidak bersedia mengantarkan barangnya. Jadi anda harus lebih teliti lagi memilih penjual yang benar-benar mau memberikan layanan COD. Maka sebaiknya sebelum menentukan untuk membeli barang, tanyakan terlebih dahulu, tentang COD yang ditulis penjual tersebut.

Jadi, dari penjelasan di atas, maka sekarang langsung kita masuk kepada pengertian COD itu sendiri.

Dilihat dari kata per kata, yaitu terdapat kata Cash dan Delivery.

Maka pengertian COD dalam bisnis online dapat kita simpulkan sebagai berikut : COD merupakan suatu layanan yang mana seorang konsumen sudah sepakat dengan penjual secara online untuk membayar apabila barang yang dibeli oleh pembeli sampai ke tempat pengiriman yang sudah ditentukan bersama. Tidak seperti halnya system pembayaran yang biasanya dilakukan pada bisnis online lainnya, yang mewajibkan transfer uang terlebih dahulu baru mendapatkan barang yang dibeli oleh pembeli.

Biasanya yang sering menawarkan COD ini adalah perusahaan lokal yang tidak akan pernah menolak jika bertemu secara langsung, sebab COD itu sendiri tidak akan memberikan rugi kepada kedua belah pihak.

Jangkauan Layanan COD

Meskipun transaksi COD ini salah satu transaksi alternatif yang mungkin sering dilakukan dalam usaha jual beli secara online, namun perlu anda ketahui juga bahwa COD juga memiliki pengecualian.

Untuk yang pertama, pelayanan COD ini memiliki jangkauan wilayah yang terbatas, maka dari itu tidak semua wilayah di Indonesia dapat terlayani dengan COD. Hal itu sudah pasti menjadi hal yang jelas mutal tidak dapat dilakuka, sebab tidak mungkin jika barang penjual yang berada di Surabaya diantarkan langsung kepada pembeli yang berada di Jakarta. Apakah anda mau menanggung biaya perjalanan PP Surabaya – Jakarta? Pastinya tidak mau bukan? Jadi layanan COD biasanya terbatas hanya dilakukan pada satu wilayah tersebut atau lokal saja. Misalnya di Semarang, maka COD hanya dapat terjadi di wilayah Semarang dan sekitarnya, sesuai dengan kesanggupan penjual menjangkau wilayahnya.

Dan yang kedua, COD ini terkadang mengenakan tambahan tarif ongkos kirim jika lokasi pembeli berada di luar jangkauan layanan COD dari penjual, tapi masih dalam lingkup wilayah yang sama. Misalnya saja, penjual yang berada di wilayah Surabaya kota memberikan layanan COD, namun hanya satu wilayah kota itu saja. Dan jika diluar wilayah tersebut, maka dikenakan tambahan ongkos kirim.

Maka dari itu, untuk layanan COD harus menghasilkan kesepakatan bersama tentang transaksi yang akan terjadi. Apabila masih satu wilayah yang dekat, anda sebagai pembeli dapat langsung mengunjungi toko tersebut. Sesuaikan juga dari lokasi anda saat itu dengan wilayah layanan COD penjual tersebut, pastikan dapat terjangkau.

Kelebihan dan Kekurangan COD

Dengan mengerti terlebih dahulu mengenai pengertian dan jangkauan dari layanan COD, maka kita juga akan membahasa tentang kelebihan dan kekurangan COD baik untuk penjual dan pembeli. Berikut ini merupakan penjelasannya.

Kelebihan COD

Anda akan mendapatkan keuntungan yang banyak sekali juga menggunakan transaksi COD seperti ini. Keuntungan dari COD pertama yang akan didapatkan adalah bagi para pembeli, karena anda sebagai pembeli langsung bisa melihat kondisi barang yang akan dibeli, bahkan dapat mencobanya terlebih dahulu, sesuai kesepakatan dengan penjual. Apabila dibandingkan anda melakukan transaksi dengan pengiriman, pasti anda tidak akan bisa melihat kondisi barang secara langsung.

Yang kedua, anda sebagai pembeli dapat bernegosiasi dengan penjual atau menawar harga yang ditawarkan penjual secara langsung setelah melihat kondisi barangnya. Dan yang paling istimewa, anda tidak akan kehilangan biaya untuk ongkos kirim, namun hal ini hanya berlaku untuk online shop yang satu wilayah lokal saja.

Dan keuntungan COD bagi penjual adalah mereka akan mendapatkan sebuah citra yang baik dan mendapatkan sebutan sebagai penjual online yang terpercaya. Bahkan si pembeli akan menginformasikan kepada teman dan saudaranya untuk merekomendasikan anda sebagai penjual yang terpercaya untuk membeli barang yang serupa.Demikianlah uraian tentang kelebihan COD yang perlu anda ketahui, untuk menjalankan bisnsi online anda.

Kekurangan COD

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa COD memiliki jangkauan wilayah yang terbatas. Maka dari itu, bagi pembeli tidak selamanya COD menguntungkan. Penjual yang berada di wilayah yang jauh masih tetap akan meminta tambahan ongkos kirim jika anda berada di luar jangkauan wilayah COD penjual.

Sedangkan bagi penjual, kekurangan COD adalah mereka harus rela mendapatkan risiko yaitu merelakan kehilangan ongkos demi mengantarkan barang yang di pesan oleh penjual.

Artikel Menarik lain :

Itulah penjelasan lengkap tentang apa itu COD dalam bisnis online, pengertian COD dalam online shop,  beserta kelebihan dan kekurangan COD. Semoga dapat bermanfaat, dan jadilah pemain bisnis online yang bijak dan baik. Terima kasih.

About the author

Autobild

Add Comment

By Autobild

Autobild

Get in touch

Quickly communicate covalent niche markets for maintainable sources. Collaboratively harness resource sucking experiences whereas cost effective meta-services.