Begini Cara yang Benar Mengelola Arus Kas untuk Bisnis UKM

B

Begini Cara yang Benar Mengelola Arus Kas untuk Bisnis UKM – Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa jumlah pelaku bisnis UKM saat ini memang sudah semakin banyak, tapi sangat disayangkan sekali kebanyakan dari bisnis UKM tersebut masih banyak pula yang tidak lakukan pencatatan keuangan dengan baik. Umumnya pemilik UKM merasa cukup malas sebab usahanya masih mempunyai omzet yang kecil, sehingga menganggap tak terlalu penting untuk melakukan pencatatan keuangan.

Padahal jika Anda tahu lebih jauh lagi, pencatatan laporan keuangan ini mempunyai manfaat yang cukup penting. Salah satunya adalah agar Anda bisa mengetahui apakah posisi keuangan bisnis yang Anda jalankan tersebut sedang dalam keadaan baik atau buruk.

Untuk Anda nih yang ingin dapatkan pendanaan maupun mengajukan pinjaman ke bank, laporan keuangan seperti halnya arus kas akan jadi salah satu syarat penting untuk ketahui bisnis UKM Anda, apa memang sedang dalam keadaan baik atau buruk. Meskipun perputaran uangnya tergolong masih cukup kecil, namun apabila dalam keadaan yang baik maka Anda akan lebih mudah dalam melakukan pinjaman uang dari bank untuk perkembangan bisnis UKM Anda.

Di bawah ini akan kami informasikan beberapa cara yang benar mengelola arus kas untuk bisnis UKM agar jadi lebih baik. Mari di simak ulasannya.

Menulis semua pendapatan dan pengeluaran secara terperinci

Meskipun Anda masih belum paham betul tentang cara menulis arus kas yang benar, dalam hal ini mau tidak mau Anda harus menuliskannya. Silakan pisahkan saja antara pemasukan dengan pengeluaran, lalu di tiap akhir bulan Anda bisa menghitungnya, apa ada keuntungan atau kerugian. Apabila bisnis UKM yang Anda jalankan semakin berkembang dan laporan pendapatan serta pengeluaran sudah semakin bertambah, itu artinya saatnya Anda menulis laporan arus kas dengan benar.

Memisahkan antara rekening bisnis dengan rekening pribadi

Lalu untuk hal berikut ini kami sarankan agar Anda tidak menunggu bisnis UKM yang Anda jalankan tersebut jadi besar baru Anda buat rekening bisnis. Sebab, sekarang membuat rekening tabungan sangat mudah, cepat, dan biayanya pun juga murah. Dengan mempunyai rekening bisnis, maka Anda bisa tahu pemasukan serta pengeluaran bisnis Anda dengan mudah. Tak hanya itu saja, Anda bahkan juga bisa lakukan cetak mutasi rekening tiap bulan untuk ketahui perputaran uang dalam bisnis UKM Anda.

Menetapkan target

Ya, dengan memiliki target maka Anda sebagai pebisnis atau pemilik bisnis nanti akan merasa lebih bersemangat dalam mencapai target yang sudah dibuat. Kami sarankan agar Anda selalu membuat target jangka pendek seperti target bulanan serta target jangka panjang, seperti target tahunan.

Melakukan evaluasi di tiap bulannya

Cara selanjutnya adalah dengan melakukan evaluasi di tiap bulannya. Silakan Anda lakukan evaluasi terhadap pemasukan serta pengeluaran bisnis Anda, lihatlah dari mana pendapatan dan pengeluaran yang paling besar. Selain hal tersebut, Anda juga bisa lakukan evaluasi terhadap performa Anda sebagai pebisnis, evaluasi karyawan, produk, dan lain sebagainya.

Menggunakan software untuk bantu kelola arus kas

Ini sangat penting sekali untuk bisnis UKM Anda, alasannya adalah apabila bisnis Anda tinggalkan untuk pelajari ilmu akuntansi, maka ditakutkan bisnis tersebut akan alami penurunan. Akan tetapi apabila Anda gunakan software akuntansi, maka Anda hanya perlu input pendapatan serta pengeluaran dengan mudah. Nanti software akan lakukan penghitungan sendiri, sehingga bisnis UKM tak terganggu dan bisa tetap berkembang dengan baik. Selain hal tersebut, dengan menggunakan software akuntansi maka Anda tak perlu lagi harus mengeluarkan banyak biaya.

Baca Juga : Punya Bisnis Sampingan? Begini Cara Mengelola Keuangan yang Benar

Demikian informasi yang bisa kami bagikan tentang cara yang benar mengelola arus kas untuk bisnis UKM. Semoga bermanfaat.

About the author

Autobild

1 Comment

By Autobild

Autobild

Get in touch

Quickly communicate covalent niche markets for maintainable sources. Collaboratively harness resource sucking experiences whereas cost effective meta-services.