5 Museum untuk Wisata Edukasi di Jakarta

5

Tidak hanya orang dewasa saja yang dapat merasakan kebosanan dengan rutinitas harian. Bahkan hal tersebut juga terjadi pada anak-anak. Untuk itu, ada kalanya anda mengajak anak untuk berwisata.

Akan lebih bagus lagi apabila obyek wisata yang dikunjungi merupakan obyek wisata edukatif. Jadi, selain untuk bermain, anak juga akan menambah ilmu pengetahuan.

Daftar Museum untuk Wisata Edukatif di Jakarta

Mencari obyek wisata untuk anak saat ini sangat mudah. Banyak tempat wisata yang menyuguhkan keindahan obyek, kawasan bermain dan juga nilai edukasi yang dapat diberikan untuk buah hati. Seperti beberapa museum edukatif di Jakarta berikut ini, dapat anda kunjungi bersama buah hati tercinta.

1. Museum Fatahillah

Museum Fatahillah merupakan salah satu museum di Kawasan Kota Tua Jakarta, tepatnya di Jl. Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat. Berbagai peninggalan sejarah dari Kota Jakarta dapat dipelajari di sini. Sejak zaman prasejarah, masa kejayaan pelabuhan Sunda Kelapa, masa penjajahan, hingga pasca kemerdekaan.

Gedung ini semula difungsikan untuk Balai Kota. Diresmikan oleh Jendral Abraham Van Rebeeck tahun 1710, pembangunannya dimulai sejak Gubernur Jendral Jan Pieterszoon Coen tahun 1620. Telah dilakukan beberapa kali pemugaran akibat tanah pada bangunan yang anjlok.

Dari masa ke masa, terjadi beberapa kali peralihan fungsi pada gedung. Diantaranya pernah dijadikan sebagai Kantor Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, Kantor pengumpulan logistik Dai Nippon, Markas Kodim 0503 Jakarta Barat, hingga tahun 1968 gedung ini resmi diserahkan kepada Pemerintah Daerah Jakarta. Pada 30 Maret 1974, gedung ini diresmikan sebagai Museum Sejarah Jakarta oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin.

Museum Sejarah Jakarta ini lebih dikenal dengan nama Museum Fatahillah. Di dalamnya tersimpan 23.500 koleksi benda bersejarah, baik dalam bentuk masih orisinil maupun replika. Selain itu, juga terdapat koleksi mebel antik seperti keramik gerabah dan prasasti peninggalan abad ke 17 hingga abad ke 19.

2. Museum Wayang

Museum Wayang memiliki sejumlah koleksi wayang dari seluruh Indonesia dengan berbagai jenis dan bentuk. Wayang tersebut terbuat dari kayu, kulit maupun bahan-bahan lain. Selain itu, juga terdapat wayang dari luar negeri. Misalnya saja, Republik Rakyat Tiongkok dan Kamboja.

Museum ini telah mengoleksi lebih dari 4.000 buah wayang. Ada kulit, wayang kardus, wayang golek, wayang rumput, wayang janur, wayang topeng, wayang beber dan gamelan.

3. Museum Sumpah Pemuda

Terdapat koleksi foto dan benda-benda yang berhubungan dengan sejarah Sumpah Pemuda tahun 1928 di museum ini. Pada zaman dahulu, museum ini merupakan tempat berkumpulnya pelajar dari Stovia.

4. Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Museum Perumusan Naskah Proklamasi menjadi saksi lahirnya naskah proklamasi bangsa Indonesia. Dulunya museum ini merupakan hunian Laksamana Tadashi Maeda. Di sinilah dilakukan persiapan, perumusan, pengetikan, pengesahan serta penandatanganan naskah proklamasi.

5. Museum Bank Indonesia

museum bank indonesia di jakarta
Museum Bank Indonesia di Jakarta

Museum Bank Indonesia menjadi Traveler’s Choice 2015 di TripAdvisor setelah dilakukan berbagai renovasi. Museum ini menyuguhkan informasi mengenai peran Bank Indonesia selama perjalanan sejarah bangsa. Dimulai sebelum bangsa barat datang di Indonesia hingga terbentuknya Bank Indonesia tahun 1953.

Untuk dapat menarik perhatian pengunjung, Museum Bank Indonesia memanfaatkan teknologi modern. Diantaranya adalah display elektronik, televisi plasma, panel statik dan diorama. Sehingga para pengunjung akan lebih nyaman dan menikmati penyajian Museum Bank Indonesia ini.

Museum-museum di Jakarta dapat dikunjungi bersama buah hati anda untuk memperoleh pengalaman dan wawasan yang baru. Museum merupakan tempat wisata yang edukatif untuk anak-anak. Selain itu, juga dapat menanamkan rasa nasionalisme.

About the author

Autobild

Add Comment

By Autobild

Autobild

Get in touch

Quickly communicate covalent niche markets for maintainable sources. Collaboratively harness resource sucking experiences whereas cost effective meta-services.