Peluang Bisnis Usaha Budidaya Jamur Tiram

P

Peluang Bisnis Usaha Budidaya Jamur Tiram – Pada saat ini bisnis usaha budidaya jamur tiram adalah salah satu bidang bisnis yang cukup diminati. Hal tersebut seiring dengan terus meningkatnya permintaan jamur tiram dari masyarakat yang menggemarinya. Untuk memulai usaha budidaya jamur tiram tersebut, anda harus memahami mengenai seluk beluk usaha tersebut. untuk itu, artikel ini akan membahas mengenai cara, tips, dan Analisa keuangan dalam bisnis usaha budidaya jamur tiram.

Cara Budidaya Jamur Tiram

Menyiapkan Kumbung

Langkah pertama dalam bisnis budidaya jamur tiram adalah menyiapkan kumbung. Kumbung adalah tempat yang digunakan untuk meletakkan dan merawat jamur tiram. Di dalam kumbung terdapat rak-rak tempat menempatkan baglog yang berisi bibit jamur yang masih kecil hingga yang sudah besar. seperti yang kita ketahui bahwa jamur hanya dapat tumbuh pada suhu yang lembab. Untuk itu, suhu di dalam kumbung harus dibiarkan lembab. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kumbung.

  • Untuk membuat kumbung diperlukan kayu atau bambu untuk menyangga bangunan dan membuat rak-rak. Untuk dinding sebaiknya terbuat dari gedek atau papan agar udara panas dapat keluar. Untuk atap, anda dapat menggunakan genteng pada umumnya. Sebaiknya anda menghindari penggunaan atap dari asbes, seng, dan bahan apapun yang dapat menghantarkan panas matahari ke dalam kumbung.
  • Tempatkan rak-rak yang terbuat dari kayu atau bambu di dalam kumbung, kemudian letakkan rak-rak tersebut secara bertingkat dan sejajar. Rak-rak ini digunakan untuk menempatkan baglog yang berisi bibit jamur yang masih kecil hingga yang sudah besar. Sebaiknya anda membuat lorong sepanjang 40 cm di antara rak-rak tersebut untuk mempermudah perawatan jamur.
  • Rak dapat disusun dengan jumlah 2-3 tingkat, dengan lebar 40 cm dan panjang 1 meter. Dengan ukuran tersebut, anda dapat menempatkan 70-80 baglog di dalam setiap rak. Namun, anda juga dapat membuat ukuran rak sesuai dengan banyaknya jamur yang akan anda budidayakan.

Menyiapkan Baglog

Langkah kedua dalam bisnis budidaya jamur tiram adalah menyiapkan baglog. Baglog adalah media yang digunakan untuk meletakkan bibit jamur yang akan tumbuh besar di dalamnya. Baglog ini terbuat dari serbuk gergaji yang dimasukkan ke dalam plastik, kemudian di beri lubang pada salah satu ujungnya sebagai tempat keluarnya jamur. Sebenarnya anda dapat membuat sendiri baglog ini, namun untuk membuat baglog yang memiliki kualitas tinggi diperlukan pengalaman yang mumpuni. Untuk itu, sebaiknya anda membeli baglog yang sudah jadi secara langsung. Baglog jadi ini memiliki harga yang cukup terjangkau yaitu Rp.2.000-3.000/kg.

Perawatan Jamur Tiram

Langkah ketiga dalam bisnis budidaya jamur tiram adalah melakukan perawatan jamur tiram yang telah dibudidayakan. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu anda perhatikan dalam merawat jamur.

  • Membuka kertas dan cincin penutup pada baglog sebelum di tata di dalam rak. Setelah cincin dan kertas penutup baglog dibuka, anda harus mendiamkan terlebih dahulu selama 5 hari. Apabila lantai kumbung yang digunakan untuk merawat jamur terbuat dari tanah, maka harus disiram secara teratur agar suhu tetap lembab.
  • Langkah selanjutnya dalam melakukan perawatan jamur tiram adalah memotong ujung baglog agar ruang pertumbuhan jamur menjadi lebih besar. setelah ujung baglog tersebut dipotong, kemudian diamkan selama 3 hari. Dalam jangka waktu tersebut, anda tidak diperbolehkan untuk menyiram baglog, cukup lantai tanahnya saja.
  • Langkah selanjutnya dalam melakukan perawatan jamur adalah menyiram baglog yang berisi jamur tersebut. Dalam melakukan penyiraman, sebaiknya anda menghindari dengan cara menyiramkan atau meneteskan air pada baglog tersebut. Penyiraman dianjurkan dengan cara membuat kabut menggunkana semprotan atau sprayer. Lakukan penyiraman sebanyak 2-3 kali dalam sehari, tergantung tingkat kelembaban di dalam kumbung. Usahakan kumbung memiliki suhu yang tepat untuk pertumbuhan jamur yaitu 16-24 ‘C.

Panen Jamur Tiram

Langkah keempat dalam bisnis jamur tiram adalah memanen jamur tiram yang telah anda budidayakan. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memanen jamur tiram.

  • Setelah 2 minggu penanaman bibit jamur tiram pada baglog, biasanya akan tumbuh miselium (bakal jamur) yang sudah dapat dipanen. Apabila perawatan jamur telah dilakukan dengan benar, maka jamur tiram dapat dipanen sebanyak 5-8 kali. Setiap 1 kg baglog biasanya akan menghasilkan 0,7-0,8 kg jamur tiram. Setelah jamur tiram dipanen, anda dapat memanfaatkan baglog sebagai bahan kompos.
  • Jamur tiram yang dapat dipanen adalah jamur yang telah mekar dengan ukuran besar dengan ujung jamur meruncing membentuk tudung dan berwarna putih bersih.
  • Apabila anda telat dalam memanen jamur, maka tudungnya akan pecah dan warnanya berubah menjadi kuning serta cepat layu.
  • Dalam melakukan panen jamur tiram, anda harus menjedanya selama 2-3 minggu.

Analisa Keuangan Usaha Budidaya Jamur Tiram

Analisa Pendapatan Dalam Usaha Budidaya Jamur Tiram Dengan Jumlah 1000 Baglog

Dalam setiap baglog dengan berat 1 kg biasanya akan menghasilkan 0,8 kg jamur tiram. Harga jamur tiram adalah setiap kilonya adalah Rp.12.000. Maka perkiraan pendapatan yang akan anda peroleh adalah

0,8 kg X 12.000 X 1.000 =                                                                                                                                Rp.9.600.000

Analisa Pengeluaran Dalam Usaha Budidaya Jamur Tiram Dengan Jumlah 1000 Baglog

KumbungRp.    500.000
Bambu untuk membuat rak dan kumbungRp. 1.000.000
Gedek atau triplekRp.    500.000
GentengRp. 1.000.000
Baglog 3.000 X 1.000Rp. 3.000.000
Bibit jamurRp.    500.000
Total BiayaRp. 6.500.000
  

Laba Dalam Setiap Kali Panen: Rp. 3.100.000

Pemasaran Jamur Tiram

Jamur tiram adalah tanaman yang cukup diminati oleh masyarakat, sehingga anda tidak perlu memikirkan untuk masalah pemasaran. Biasanya masyarakat akan datang langsung ke tempat usaha anda. Namun, apabila anda menginginkan untuk mengembangkan usaha budidaya jamur tiram agar lebih terkenal dan memiliki konsumen yang banyak, anda dapat menggunakan media pemasaran yang lain. Media pemasaran yang lain tersebut dapat berupa pemasaran online atau menitipkan ke supermarket terdekat.

Tips Dalam Memulai Usaha Jamur Tiram

Menggunakan Lahan Sendiri

Tips pertama dalam memulai usaha jamur tiram adalah menggunakan lahan sendiri. Apabila anda menggunakan lahan sendiri, maka akan mengurangi biaya operasional dalam usaha budidaya jamur tiram ini. Selain itu, apabila anda menggunakan lahan sendiri akan memudahkan dalam merawat dan mengontrol pertumbuhan jamur tiram.

Menggunakan Alat Bekas

Tips kedua dalam memulai usaha jamur tiram adalah menggunakan alat bekas. Walaupun menggunakan peralatan bekas, namun hal tersebut tidak akan menurunkan kualitas jamur tiram. Anda dapat menggunakan semprotan atau sprayer, termometer, ember, dll yang sudah digunakan sebelumnya, namun dalam keadaan yang masih layak pakai. Anda dapat mencari dan  membeli peralatan bekas secara online.

Mencari Investor

Tips ketiga dalam memulai usaha jamur tiram ini adalah menggandeng investor untuk membantu masalah biaya. Apabila anda mendapatkan dana dari investor, maka anda dapat mengembangkan usaha jamur tiram ini menjadi lebih besar. Dengan dana tersebut anda dapat menambah jumlah jamur yang anda budidayakan. Selain itu, anda juga dapat mengembangkan pemasaran sampai ke luar negeri.

Baca Juga : Aneka Usaha Ternak dengan Modal Kecil Untung Besar

Nah, demikianlah sedikit pembahasan mengenai usaha budidaya jamur tiram. Semoga artikel ini dapat menjadi acuan atau referensi bagi anda untuk memulai usaha budidaya jamur tiram.

About the author

Autobild

1 Comment

By Autobild

Autobild

Get in touch

Quickly communicate covalent niche markets for maintainable sources. Collaboratively harness resource sucking experiences whereas cost effective meta-services.